Or you can click the link below to proceed:
Tikus Makan Tikus
Seringkali, saya menyatakan terima kasih terdalam kepada bangsa hewan yang ada di bumi manusia (mengambil judul buku Pramoedya Anantatoer) karena juga sangat berjasa dalam menopang aktifitas hidup saya. Pun hingga saat ini. Saat makan, agar kategori 4 sehat (5 sempurna, jika tambah minum susu) terpenuhi, maka dipiring makan saya juga perlu ada lauk. Entah itu ikan, ayam, daging, ataupun semua hasil olahannya. Jika saya berniat ibadah qurban, tabungan dana yang mencukupi untuk niat ini menjadi tidak berarti tanpa adanya kambing, sapi, atau hewan ternak lainnya. Saya membutuhkan hewan qurban untuk memenuhi niat ibadah ini. Pun dalam hal-hal lainnya, saya tetap membutuhkan bangsa hewan. Jika ditarik dalam lingkup sosial yang lebih luas, ternyata hewan juga berperan tidak sedikit. Termasuk penggunaan nama hewan untuk mewakili suatu kondisi, gagasan, gambaran perasaan dan lain-lain. Contoh paling lumrah, mencari kambing hitam, untuk mewakili gagasan adanya pihak yang dapat disalahkan atas sebuah
Want to be redirected immediately?
Register yourself at Ping.sg to get rid of this page and also to get your read counted as Pong.